Linktown Perkuat Strategi Digital di Pasar Properti

JAKARTA, RAKYAT-INDONESIA.COM – Pasar properti Indonesia pada 2026 dinilai semakin selektif seiring konsumen yang lebih berhati-hati mempertimbangkan daya beli, lokasi, harga, dan kemampuan membayar cicilan. Kondisi tersebut mendorong Linktown memperkuat strategi pemasaran berbasis digital.

Co-Founder Linktown Abel Andy Kurniajaya mengatakan insentif pemerintah masih membantu menopang pasar, terutama pada segmen rumah tapak. Namun, menurut dia, kepastian kebijakan dan percepatan implementasi tetap diperlukan agar konsumen tidak menunda pembelian.

“Lokasi tetap menjadi faktor penting. Kawasan dengan akses transportasi, fasilitas pendidikan, pusat komersial, dan potensi pertumbuhan kota masih memiliki permintaan relatif kuat. Tangerang dan Bekasi tetap menjadi pasar yang aktif,” ujar Abel dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).

Abel menilai pasar end-user saat ini lebih dominan dibandingkan investor. Hunian di segmen harga menengah dengan kebutuhan yang nyata juga dinilai lebih mudah terserap dibandingkan produk premium.

Di tengah kondisi tersebut, Linktown menilai strategi harga dan pemasaran digital menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga penjualan. Pengembang dinilai perlu menawarkan harga yang kompetitif serta skema pembayaran yang sesuai dengan kondisi pasar.

Co-Founder Linktown Winaldo mengatakan perusahaan mengoptimalkan Meta Ads dan Google Ads untuk menjangkau calon pembeli potensial.

Proses pemasaran mulai dari lead generation, pengelolaan customer relationship management atau CRM, tindak lanjut calon konsumen, hingga analisis konversi dilakukan secara digital.

Linktown juga bekerja sama dengan pengembang dalam menentukan harga, program promosi, dan positioning produk berdasarkan karakteristik pasar di masing-masing wilayah.

Mulai tahun ini, perusahaan juga memperkuat bisnis secondary market dengan menggabungkan pendekatan digital, strategi akuisisi, dan pemasaran terintegrasi.

Winaldo menilai pasar sekunder memiliki peluang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian siap huni dengan harga kompetitif.

Sementara itu, Co-Founder Linktown Deryan Nataniel mengatakan persaingan broker properti kini semakin bergantung pada kualitas leads, teknologi, dan nilai tambah yang diberikan kepada pengembang.

Dalam menggarap proyek primary market, Linktown mengandalkan sistem digital terintegrasi yang bertumpu pada tiga pilar, yakni sumber daya manusia, teknologi digital, dan promosi yang terukur.

Menurut Winaldo, tim sales dan digital marketer bekerja secara kolaboratif. Proses akuisisi leads, pengelolaan database, analitik iklan, hingga pemantauan penjualan juga dilakukan secara digital.

Linktown mengalokasikan sekitar 95 persen anggaran pemasaran ke kanal digital. Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi biaya sekaligus menjaga kualitas prospek konsumen.

Dari sisi jaringan, Linktown saat ini memiliki tujuh kantor setelah membuka cabang terbaru di Bali. Perusahaan menerapkan konsep hub office untuk melayani sejumlah wilayah dengan dukungan teknologi.

Hingga akhir kuartal III 2026, penjualan Linktown tercatat mencapai Rp2,27 triliun. Perusahaan menargetkan penjualan Rp3,5 triliun sepanjang 2026.

Tangerang menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan Linktown, disusul Bekasi dan Jakarta Timur.

Linktown juga meraih penghargaan Best Digital Real Estate Agent – Indonesia dalam Indonesia Real Estate Awards 2026 by Lamudi.

Abel mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam mengembangkan pemasaran properti berbasis digital.

“Sejak berdiri, sekitar 95% aktivitas pemasaran Linktown dilakukan melalui kanal digital, terutama Meta Ads dan Google Ads,” kata Abel.

Jurnalis

Jurnalis Rakyat-Indonesia.com yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan berimbang untuk pembaca.

Lihat artikel lainnya